Masuk Surga ‘Karena Dosa

Salah satu ulama Salaf mengatakan,

إن العبد ليعمل الذنب يدخل به الجنة ويعمل الحسنة يدخل بها النار

“Sungguh ada orang yang melakukan dosa namun malah masuk surga. Sebaliknya ada yang melakukan amal kebaikan malah masuk neraka”

(Ibnul Qayyim dalam al-Wabil ash-Shoyyib hal 13).

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

“Ketika buah dari amal kebaikan adalah bangga dan sombong maka nerakalah dampaknya.”

“Sebaliknya jika buah dari maksiat adalah serius bertaubat yang ditandai dengan totalitas beramal sholih maka surgalah kesudahannya karena Allah mencintai orang yang sungguh-sungguh bertaubat.”

Pesan di atas bukanlah motivasi untuk berbuat maksiat karena tidak ada yang menjamin tidak akan mati ketika melakukan maksiat sehingga masih ada kesempatan untuk bertaubat.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

📝by Aris Munandar, SS, MPI

🔹Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an – Bantul Yogyakarta🔹

Tidak Rakus Dunia

Diantara sifat mulia dan terpuji adalah tidak rakus dan tamak dengan dunia (baca: pujian, popularitas, harta, jabatan, dihormati orang dll) yang disebut dengan zuhud.

Orang zuhud tidak harus miskin. Bisa saja orang zuhud itu kaya.

Abdullah bin al-Mubarak mengatakan,

الزاهد هو الذي إن أصاب الدنيا لم يفرح وإن فاتته لم يحزن

“Orang yang zuhud adalah orang yang jika mendapatkan dunia tidak gembira. Sebaliknya jika kehilangan dunia tidak bersedih”

(Tartibul Madarik karya al-Qadhi ‘Iyadh 3/40).

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Ada dua ciri khas orang yang zuhud:

1⃣ Tidak gembira berlebihan ketika mendapatkan tambahan nikmat dunia semisal harta, pangkat dan jabatan.

2⃣. Tidak sedih apalagi depresi karena kehilangan sebagian nikmat dunia.

Bagi orang yang benar-benar zuhud bertambah atau berkurangnya nikmat dunia tidak mempengaruhi suasana hatinya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
✒Ustadz Aris Munandar, SS, MPI

🔹Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an – Bantul Yogyakarta

Obat Penangkal Wabah

Imam Syafi’i mengatakan: “Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih”.

Imam as-Suyuthi berkomentar, “Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah: Continue reading →

Jangan Salahkan Yang Buruk Sangka

Salah satu pendahulu kita yang sholih memberi nasehat,

من عرض نفسه للتهم فلا يلومن من أساء الظن به

“Siapa saja yang melakukan tindakan yang menyebabkan orang curiga janganlah dia menyalahkan orang yang buruk sangka kepadanya “.

( Jami’ Ulum wal Hikam saat menjelaskan hadits keenam). Continue reading →

Agar Diri Terjaga

Salah satu pendahulu kita yang sholih memberi nasehat,

من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيع نفسه والله غني عنه

“Siapa saja yang bertakwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya. Sebaliknya siapa yang tidak bertakwa sungguh dia telah menelantarkan dirinya sendiri dan Allah pun tidak membutuhkan dirinya “.

(Jami’ al-Ulum wal Hikam, penjelasan hadits ke-19). Continue reading →

Pahala Seperti Haji, Mau?

 

Oleh: Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Hati siapa yang tidak rindu tuk melihat keagungan Ka’bah. Hati siapa yang tdk merindukan tuk menginjakkan kaki ke tanah suci.

Ya semua kita pasti merindukannya. Tapi apa boleh buat jika belum dimudahkan ke sana ? Continue reading →