Tidak Rakus Dunia

Diantara sifat mulia dan terpuji adalah tidak rakus dan tamak dengan dunia (baca: pujian, popularitas, harta, jabatan, dihormati orang dll) yang disebut dengan zuhud.

Orang zuhud tidak harus miskin. Bisa saja orang zuhud itu kaya.

Abdullah bin al-Mubarak mengatakan,

الزاهد هو الذي إن أصاب الدنيا لم يفرح وإن فاتته لم يحزن

“Orang yang zuhud adalah orang yang jika mendapatkan dunia tidak gembira. Sebaliknya jika kehilangan dunia tidak bersedih”

(Tartibul Madarik karya al-Qadhi ‘Iyadh 3/40).

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Ada dua ciri khas orang yang zuhud:

1⃣ Tidak gembira berlebihan ketika mendapatkan tambahan nikmat dunia semisal harta, pangkat dan jabatan.

2⃣. Tidak sedih apalagi depresi karena kehilangan sebagian nikmat dunia.

Bagi orang yang benar-benar zuhud bertambah atau berkurangnya nikmat dunia tidak mempengaruhi suasana hatinya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
✒Ustadz Aris Munandar, SS, MPI

🔹Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an – Bantul Yogyakarta

Obat Penangkal Wabah

Imam Syafi’i mengatakan: “Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih”.

Imam as-Suyuthi berkomentar, “Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah: Continue reading →

Jangan Salahkan Yang Buruk Sangka

Salah satu pendahulu kita yang sholih memberi nasehat,

من عرض نفسه للتهم فلا يلومن من أساء الظن به

“Siapa saja yang melakukan tindakan yang menyebabkan orang curiga janganlah dia menyalahkan orang yang buruk sangka kepadanya “.

( Jami’ Ulum wal Hikam saat menjelaskan hadits keenam). Continue reading →

Agar Diri Terjaga

Salah satu pendahulu kita yang sholih memberi nasehat,

من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيع نفسه والله غني عنه

“Siapa saja yang bertakwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya. Sebaliknya siapa yang tidak bertakwa sungguh dia telah menelantarkan dirinya sendiri dan Allah pun tidak membutuhkan dirinya “.

(Jami’ al-Ulum wal Hikam, penjelasan hadits ke-19). Continue reading →